Kamis, 26 Maret 2020


PENDAHULUAN
Latar Belakang
           Peran APBN dan Pemerintah,pada saat ini diketahui bahwa dalam rangka mengatasi sifat kaku yang melekat di negara terbelakang,pemerintah harus memegang peranan positif. Ia tidak boleh berlaku sebagai penonton pasif. Problema negara terbelakang adalah sedemikian besarnya sehingga problema itu tidak dapat diserahkan begitu saja kepada mekanisme bebas kekuatan ekonomi. Perusahaan swasta tidak mampu menyelesaikan problema tersebut karena pengertian tersebut tidak mampu menyelesaikan problema tersebut karena pengertian tersebut tidak ditemui di alam yang modern. Karena itu tindakan pemerintah sangat diperlukan bagi pembangunan ekonomi negara-negara seperti itu.
Untuk mengangkat negara-negara itu keluar dari titik mati diperlukan adanya pembahasan rasio ekonomi secara cepat. Dari sinilah timbul kebutuhan untuk menyeimbangkan pertumbuhan berbagai sektor perekonomian sehingga penawaran sesuai dengan permintaan. Untuk tujuan ini pemerintah harus merencanakan pengawasan fisik dan langkah-langkah fiskal dan moneter. Langkah-langkah ini memang tidak dapat dihindarkan untuk mengurangi ketidak seimbangan ekonomi dan sosial yang mengancam negara terbelakang. (M.L.JHINGAN:2010:431)


PEMBAHASAN
            Peran Pemerintah
Mengatasi perbedaan sosial dan menciptakan situasi psikologis,ideologis,sosial dan politik yang menguntungkan bagi pembangunan ekonomi merupakan tugas terpenting pemerintah. Karena itu ruang lingkup tindakan pemerintah sangat luas dan menyeluruh. Menurut Prof.Lewis lingkup itu mencakup “penyelenggaraan pelayanan umum,menentukan sikao,membentuk lembaga-lembaga ekonomi,menentukan penggunaan sumber,menentukan distribusi pendapatan,mengendalikan jumlah uang,mengendalikan fluktuasi,menjamin pekerjaan penuh dan menentukan laju investasi.” (M.L.JHINGAN:1983:432)
A.    PERUBAHAN KERANGKA KELEMBAGAAN
Salah satu dari langkah pembangunan ekonomi adalah usaha mengubah sikap
sosial budaya masyarakat di negara terbelakang. Perubahan ekonomi tidak semata-mata disebabkan oleh perubahan kelembagaan. Perubahan ekonomi dapat terjadi karena pembentukan modal yang meningkat atau sebagai akibat dari perubahan teknologi yang pada gilirannya dapat menyebabkan perubahan kelembagaan. Sebaliknya,perubahan kelembagaan dapat disebabkan oleh faktor lain selain faktor ekonomi. Faktor non ekonomi seperti perubahan pada gagasan religious atau kerangka politik dapat menyebabkan perubahan kelembagaan. Jadi,mungkin ada hubungan sebab akibat antara perubahan ekonomi dan perubahan lembaga atau dapat juga perubahan ini berdiri-sendiri. Faktor kelembagaan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sepanjang mereka mengaitkan usaha dengan imbalan,memungkinkan pembagian kerja lebih jauh,perluasan perdagangan dan kebebasan untuk memperoleh peluang ekonomi
B.     PERUBAHAN ORGANISASI
Perubahan organisasi juga memainkan peranan dalam pembangunan ekonomi. Perubahan
tersebut mencakup pengembangan pasar dan organisasi pasar buruh. Di negara terbelakang
perubahan ini hanya dapat dilakukan oleh pemerintah. Pemerintahlah yang dapat membangun sarana transportasi dan komunikasi untuk mengembangkan pasar,karena perusahaan swasta tidak mampu melaksanakan kegiatan seperti itu. Disamping itu,organisasi dan pembangunan lembaga keuangan untuk membantu pertumbuhan pertanian dan industri dapat dilakukan oleh pemerintah. Lembaga keuangan demikian dapat berupa koperasi,bank industry,perusahaan investasi dan keuangan.
C.     OVERHEAD SOSIAL DAN EKONOMI
Penyediaan overhead sosial dan ekonomi di negara terbelakang sebagian besar termasuk
dalam kegiatan pemerintah. Kebutuhan bagi pelayanan dasar seperti jalan kereta api,transportasi darat,telekomunikasi,gas,listrik,alat-alat irigasi dan sebagainya penting sekali bagi pembangunan masa depan. Pemerintah harus menyusun rencana bagi pembangunan pelayanan penting atas dasar prioritas.
D.    PEMBANGUNAN PERTANIAN
Pertanian adalah mata pencarian utama di negara terbelakang menyumbang lebih dari
separuh bagian pendapatan nasional. Namun demikian, pertanian tetap berada dalam keadaam stagnasi. Tetapi keberhasilan program produksi desa tergantung pada sejauh mana petani tergabung dalam koperasi dan sejauh mana aparat pemerintah efisien dalam memenuhi persyaratan yang diminta para ahli pertanian pada saat yang tepat (harus ada hubungan dekat antara pemerintah dan masyarakat desa melalui lembaga seperti Organisasi Pembangunan Mayarakat.
E.     PEMBANGUNAN INDUSTRI
Fungsi penting pemerintah lainnya adalah membangun ekonomi industry.. Di negara
terbelakang,sumber alan belum tergali atau kurang digali. Di negara-negara ini yang tetap di bawah pemerintahan penjajah,sumber alam mereka secara tidak kenal ampun dieksploitasi bagi pihak asing yang menjajah mereka.
F.      KEBIJAKAN MONETER DAN FISKAL
Pemerintah juga dapat membantu pembangunan ekonomi melalui berbagai kebijaksanaan
moneter dan fiskal. Melalui kebijaksanaan moneter dan fiskal yang tepat,pemerintah mampu menyingkirkan hambata-hambatan ekonomis,kelembagaan dan sosial di negara terbelakang. Kebijakan moneter memainkan peran penting dalam mempercepat pembangunan dengan mempengaruhi biaya dan tersedianya kredit,dengan mengendalikan inflasi,dan dengan menjaga keseimbangan neraca pembayaran. Kebijakan fiskal,pemerintah mencoba memerbaiki ketimpangan pendapatan dan kesejahteraan yang melebar bersama pembangunan. Kebijakan fiskal ini akan memperluas pasar internal,mengurangi impor yang tidak penting,meniadakan tekanan inflasioner dan merangsang berbagai jenis proyek pembangunan yang diinginkan.
G.    PENINGKATAN PERDAGANGAN LUAR NEGERI
Negara terbelakang biasanya berorientasikan perdagangan luar negeri tetapi nilai dan
kuantitasnya sangat kecil. Mereka terutama mengekspor beberapa produk primer seperti mineral,bahan mentah dan produk pertanian,serta sebaliknya mengimpor barabf konsumsi manufaktur dan barang modal. Jadi dengan mengembangkan besarnya pasar bagi barang dalam negeri melalui perdagangan luar negeri,pemerintah mampu menaikkan pendapatan,investasi,dan tingkat pekerjaan perekonomian. (M.L.JHINGAN:1983:431)
           
            pemerintah mempunyai peran strategis dalam perekonomian suatu negara,baik sebagai pelaku maupun sebagai fasilitator. Melalui berbagai kebijakan yang terkait sektor publik,pemerintah harus mendorong pertumbuhn ekonomi dengan jalan :
1.      Melakukan investasi
2.      Menarik investasi
3.      Mendorong perkembangan teknologi
4.      Menghasilkan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh bursa tenaga kerja
 (Hamid & Ato,dalam Akadun,2000:1)
            Pembangunan ekonomi nasional haruslah menuju kearah pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,dengan demikian pembangunan ekonomi tidak hanya berpusat diperkotaan/di pusat saja,akan tetapi lambat laun pembangunan sampai ke daerah-daerah(kabupaten atau kota) yang secara kenyataan bahwa pertumbuhan pembangunan ekonomi daerah sangatlah tertinggal dibandingkan dengan pertumbuhan pembangunan di wilayah perkotaan/pusat. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,pemerintah harus memulai pembangunan ekonomi yang berkaitan dengan masalah alokasi sumber daya yang dimiliki,sumber daya diperlukan sebagai faktor produksi yang penting yaitu tenaga kerja/sumber daya manusia,sumber daya alam dan modal,karena menurut teori-teori ekonomi faktor-faktor produksi tersebut sangat ampuh untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi

Peran APBN
             Peran APBN dan APBD saling berhubungan. Hubungan APBN dan APBD,dana perimbangan adalah dana yang bersumber dari penerimaan APBN,yang dialokasikan kepada Daerah untuk membiayai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Penerimaan APBN dalam negeri terdiri dari peneriman dan penerimaan bukan pajak. Penerimaan pajak dapat digolongkan menjadi pajak seluruhnya masuk ke dalam kas negara. Pajak perdagangan internasional seluruhnya masuk ke dalam kas negara. Pajak dalam negeri yang dialokasikan ke daerah terutama pos pajak penghasilan (PPh) pasal 25 dan 29 serta 21 sebesar 20% dari total penerimaan PPH,pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar 90% dan bea perolehan ha katas tanah dan bangunan (BPHTB) sebesar 80%. Penerimaan bukan pajak yang diterima daerah merupakan dana bagi hasil SDA yang terdiri dari bagi hasil migas,panas bumi,pertambangan,kehutanan dan perikanan,
            APBD yang terdiri atas pendapatan daerah,belanja daerah dan pembiayaan daerah. Pendapatan daerah memiliki empat komponen utama yakni PAD (Pendapatan Asli Daerah),dana perimbangan,lain-lain pendapatan,dan pinjaman daerah. Belanja daerah dapat diklasifikasikan menurut organisasi,fungsi,program dan kegiatan,dan jenis belanja. Pembiayaan daerah tersusun atas pengeluaran dan penerimaan pembiayaan. (Prof.Mudrajad Kuncoro,Ph.D:2009:390)

            Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada hakekatnya merupakan pelaksanaan kebijaksanaan keuangan negara yang secara konstitusional diatur dalam pasal 23 Undang-Undang Dasar Tahun 1945 dan dituangkan didalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Kebijakan APBN merupakan kebijaksanaan fiskal pemerintah berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1.      Anggaran berimbang yang dinamis. Berimbang dalam arti jumlah keseluruhan pengeluaran (rutin dan pembangunan) selalu sama dengan jumlahkeseluruhan penerimaan dalam negeri dan pembangunan). Dinamis berarti bahwa dalam hal penerimaan lebih rendah dari yang direncanakan semula,pemerintah akan mengurangi pengeluaran,demikian pula dalam hal penerimaan melampaui rencana semula,pemerintah akan meningkatkan pengeluaran agar keseimbangan tetap terjaga.
2.      Sejauh mungkin diusahakan tabungan pemerintahyang semakin besar,yang berarti makin banyak proyek-proyek pembangunan yang dapat dibayai.
3.      Penerimaan negara yang diusahakan terutama bersumber dari dalam negeri,oleh karena sumber dari luar negeri sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal dan dapat mengurangi kemandirian dalam pembiayaan pembangunan.
4.      Pengeluaran rutin selalu didasarkan kepada efisiensi dan usaha-usaha penghematan,tanpa mengabaikan perlu dukungan yang memadai bagi kesejahteraan aparatur,serta cukupnya pembiayaan bagi operasi dan pemeliharaan hasil-hasil pembangunan.



APBN senantiasa mengalami peningkatan sejalan dengan perkembangan
organisasi,tugas,dan fungsi pemerintah dalam rangka melaksanakan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan yang semakin besar. Peningkatan tersebut erat kaitannya dengan semakin besarnya kebutuhan pembiayaan yang diperlukan bagi pendayagunaan aparatur pemerintah pusat dan daerah,pembiayaan operasiobal dan pemeliharaan.dan meningkatnya pembiayaan untuk pembayaran bunga dan cicilan hutang luar negeri,serta kebutuhan dana untuk subsidi dalam rangka menjaga kestabilan perekonomian nasional. 
            Fokus dan kebijakan APBN 2020 ialah mendorong pemanfaatan anggaran lebih produktif dan bermanfaat nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan yang didukung oleh beberapa aspek yang pertama adalah SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas,akselerasi pembangunan infrastruktur,Birokrasi yang efisien dan efektif,Desentralisasi Fiskal yang berkualitas. APBN unttuk akselerasi daya saing melalui inovasi dan penguatan kualitas SDM mempunyai strategi yaitu
1.      Mobilisasi pendapatan yang inovatif
·         Reformasi perpajakan untuk merespon ekonomi digital
·         Insentif fiskal untuk mendorong daya saing investasi dan ekspor
2.      Belanja negara yang lebih efektif
·         Penguatan daya saing SDM
·         Program perlindungan sosial yang komprehensif:sinergi dan integrasi
·         Penguatan desentralisasi fiskal
3.      Pembiayaan yang kreatif
·         Pembiayaan kreatif dan inovatif yang mengikutsertakan peran swasta
·         Penguatan efektifitas peran quasi fiskal sebagai agent development

STUDI KASUS
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengaku tengah membuat skenario pembiayaan baru jika sewaktu-waktu defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 melebar di atas 3 persen. Seluruh instrumen pembiayaan baik konfensional dan non konvensional pun tengah disiapkan pihaknya.
"Nah dari sisi pembiayaan, kita gunakan seluruh sumber pembiayaan konvensional maupun kemungkinan terjadinya sumber non konvensional yang butuh landasan hukum baru. Termasuk dalam kajian kita," kata Sri Mulyani dalam video conference di Jakarta, Selasa (24/3).
Sri Mulyani menambahkan jika terjadi pelebaran defisit maka pemerintah dan Bank Indonesia akan membuka seluruh sektor pembiayaan. Baik itu melalui lelang reguler ataupun lewat privat dan sumber lain. Bank sentral Indonesia pun dimungkinkan melakukan pembiayaan SBN di bawah 12 bulan.
"Itu opsi semua kita buka supaya pemerintah punya pilihan apabila defisit meningkat, maka kita memiliki sumber pembiayaan yang aman," kata dia.
Sementara itu, dari sisi multilateral pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Bank Pembangunan Asia maupun IMF, untuk memberikan kemampuan dukungannya terhadap Indonesia. Pemerintah juga meminta masukan kepada keduanya untuk melihat mana financing terbaik agar indonesia bisa repson dengan biaya sekecil mungkin dan reisiko kecil.
"Bilateral juga diitngkatkan, baik dari negara yang selama ini mendukung maupun kita melihat negara lain gimana atasi financing deficit yang besar," tandas dia.
Reporter: Dwi Aditya Putra
Sumber: Merdeka.com




KESIMPULAN
Pembangunan ekonomi merupakan perubahan aktivitas yang tadinya tidak ada menajdi ada atau tadinya ada menjadi bertambah besar,luas,bertambah maju dalam konteks kegiatan ekonomi. Perubahan-perubahan tersebut bukan saja merupakan keuntungan bagi pemerintah daerah,tetapi juga bagi kehidupan masyarakat luas dalam meningkatkan kesejahteraanya. Di era globalisasi sekarang ini pembangunan perekonomian harus melibatkan semua pihak terutama peran pemerintah yang harus lebih dominan dikarenakan pemerintah mempunyai aturan serta kemampuan yang mendukung terhadap tumbuh dan berkembang perekonomian suatu daerah.
           










Daftar Pustaka
JHINGAN,M.L.1983. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan.Jakarta:RAJAWALI PERS.
KUNCORO.MUDRAJAD.2009.EKONOMIKA INDONESIA.Jogja:UPP STIM YKPN.